RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta,
Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto merupakan
beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia yang
mungkin kurang banyak dikenal oleh khalayak Internet Indonesia di tahun 2000
ini. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya
dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia. Pada
waktu itu di awal tahun 1990-an jaringan Internet di Indonesia lebih dikenal
sebagai paguyuban network. Semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong
sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana
Internet Indonesia
hari ini yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitasnya
terutama yang melibatkan perdagangan Internet.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat di
lihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "jaringan
komputer biaya murah menggunakan radio" di akhir tahun 1990 / awal
1991-an. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahsiswa
Elektro ITB di tahun 1989-an. Kebetulan saya adalah penulis sebagian dari
artikel-artikel tersebut. Tidak terasa waktu demikian cepat berlalu, tanpa
terasa hal itu telah melewati kita semua lebih dari 10 tahun yang lalu.
Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan kami
di amatir radio khususnya rekan-rekan di Amatir Radio Club (ARC) ITB di tahun
1986-an. Bermodal pesawat Rig HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama
YC1HCE dengan komputer Apple II milik YC1DAV sekitar belasan anak muda ITB
seperti Harya Sudirapratama YC1HCE, J. Tjandra Pramudito YB3NR (sekarang dosen
di UNPAR), Suryono Adisoemarta N5SNN (sekarang dosen di Texas,US) bersama saya
YC1DAV kami berguru pada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto
YB1BG, Achmad Zaini YB1HR, Yos YB2SV, YB0TD di band 40m. Mas Robby Soebiakto
YB1BG merupakan suhu diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk
komunikasi data packet radio yang kemudian di dorong ke arah TCP/IP, teknologi
packet radio TCP/IP yang kemudian di adopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI,
& ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994-an. Mas
Robby Soebiakto YB1BG adalah koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir
Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP
44.132. Saat ini AMPR-net Indonesia
di koordinir oleh penulis YC1DAV. Koordinasi dan aktifitas-nya mengharuskan
seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list
YBNET-L@ITB.ac.id.
Di tahun 1986-1987-an awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia Mas
Robby YB1BG juga merupakan pionir dikalangan teman-teman amatir radio Indonesia
yang mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan
jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak "server"
BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di
awal tahun 1990-an komunikasi antara saya yang waktu itu berada di Canada dengan
panggilan YC1DAV/VE3 rekan-rekan amatir radio di Indonesia dilakukan melalui
jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran,
komunikasi antara Indonesia-Canada terus dilakukan dengan lancar melalui
jaringan amatir radio. Mas Robby YB1BG ternyata berhasil membangun gateway
amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik amatir
radio kemudian kami melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara
Indonesia-Canada. Pengetahuan secara perlahan di transfer melalui jaringan
amatir radio ini.
RMS Ibrahim (biasa dipanggil Ibam) motor dibalik operasional-nya Internet di
UI, saat tulisan ini ditulis berada di Singapura untuk meneruskan S3. Ibam
pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang
merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP
yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk
mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama
Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai
IDNIC (
http://www.idnic.net.id).
Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari
Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh kepala-nya Bu Adrianti dalam
kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer
menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut
dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di
operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Pak Ihsan
ini yang mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway
Internet yang ada di BPPT.
Pak Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan
gateway packet radio bekerja pada band 70cm. PC 386 sederhana menjalankan
program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio
TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran
komunikasi ke internet masih menggunakan X.25 melalui jaringan SKDP terkait
pada gateway di DLR Jerman.
Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa
kepemimpinan Pak Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id yang
hingga saat ini masih beroperasi. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu
sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta Pak Putu sangat beruntung mempunyai
menteri Pak Tungki yang "maniac" IT dan yang mengesankan dari Pak
Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Pak Tungki adalah
menteri pertama di Indonesia
yang menjawab e-mail sendiri. Saya sempat terkagum-kagum memperoleh jawaban
e-mail dari seorang menteri Pak Tungki yang waktu itu sedang berada di Amerika
Selatan dalam kunjungan kerjanya. Bukan main, seorang menteri tapi tetap
menyempatkan diri untuk membalas e-mail.
Mas Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan
tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amatir Radio Club ARC ITB seperti Basuki
Suhardiman (sekarang di AI3 ITB), Aulia K. Arief (sekarang di WAHID), Arman
Hazairin (sekarang di Telkomsel) di dukung oleh Adi Indrayanto (sekarang S3 di
Inggris) untuk mencoba mengembangkan gateway packet radio di ITB. Berawal
semangat & bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang
paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan
lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih
dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang
jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem packet radio berupa Terminal Node
Controller TNC merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.
Berawal dari teknologi packet radio 1200bps di atas, ITB kemudian berkembang di
tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai
bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan
yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena
keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection
Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps (sekarang 2Mbps) ke
Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar
2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan
pendidikan di Indonesia yang menamakan dirinya AI3 Indonesia yang mengkaitkan
25+ lembaga pendidikan di Indonesia.
Jaringan pendidikan ini bukan hanya monopoly ITB saja, jaringan pendidikan lain
yang lebih besar lagi adalah jaringan SMK yang dibawahi DIKMENJUR
(dikmenjur@egroups.com) yang saat ini telah mengkaitkan 270+ SMK di seluruh Indonesia. Saat
ini ada 4000 SMK yang mempunyai potensi yang sangat besar jika berhasil
dikaitkan. Belum lagi kalau bisa mengkaitkan 10.000 SMU ke Internet pasti tidak
kalah serunya dengan mengkaitkan 1300 PTN / PTS (saat ini baru ~200 PTS/PTN
yang terkait) di seluruh Indonesia
ke Internet.
Di tahun 1989-1990-an, teman-teman mahasiswa Indonesia di luar negeri mulai
membangun tempat diskusi di Internet, salah satu tempat diskusi Indonesia di
Internet yang pertama berada di indonesians@janus.berkeley.edu. Berawal dari
mailing list pertama di Janus diskusi-diskusi antar teman-teman mahasiswa Indonesia
diluar negeri pemikiran alternatif berserta kesadaran masyarakat ditumbuhkan.
Pola mailing list ini ternyata terus berkembang dari sebuah mailing list
legendaris di janus, akhirnya menjadi sangat banyak sekali mailing list Indonesia
terutama di host oleh server di ITB & egroups.com. Mailing list ini
akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan
komunitas di Internet Indonesia.
Di tahun 1994-an mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet
merupakan ISP komersial pertama Indonesia
pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis
Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Seingat
saya sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet,
sebuah langkah yang cukup nekad barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah
Rawamangun di kompleks dosen UI kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Seperti
kita ketahui bahwa perkembangan usaha bisnis Internet di Indonesia semakin marak
dengan 60-an ISP yang memperoleh lisensi dari pemerintah. Asosiasi ISP (APJII)
terbentuk di motori oleh Sanjaya cs di tahun 1998-an. Effisiensi sambungan
antar ISP terus dilakukan dengan membangun beberapa Internet Exchange (IX) di
Indosat, Telkom, APJII (IIX) & beberapa ISP lainnya yang saling exchange.
APJII bahkan mulai melakukan manouver untuk memperbesar pangsa pasar Internet
di Indonesia dengan melakukan program SMU2000 yang kemudian berkembang menjadi
Sekolah2000.
Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce
dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan
masyarakat Indonesia
yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun
komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti
warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com,
e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com. Sedangkan rekan-rekan
penyelenggara WARNET banyak berkumpul di asosiasi-warnet@egroups.com, pada
tanggal 25 Mei 2000 merupakan hari bersejarah bagi rekan-rekan WARNET - karena
telah lahir asosiasi warnet yang ada secara fisik dalam pertemuan di kantor
DIKMENJUR. Ketua Asosiasi Warnet adalah rekan Rudy Rusdiah, Bendahara rekan
Adlinsyah dan Sekretaris Abdullah Koro. WARNET di Indonesia akan disediakan
domain war.net.id.
Demikian kilasan sejarah Internet di Indonesia, kami sadar bahwa perjuangan
kami masih panjang. Masih banyak hal yang perlu diperjuangkan terus agar dapat
menggerakan bangsa Indonesia
menuju knowledge based society.